Feed on
Posts
comments

Tragedi 911

Hari ini, 7 tahun yang lalu 2 pesawat komersial yang dibajak teroris menabrak gedung world trade center (WTC) di New York Amerika Serikat,sebenarnya ada 4 pesawat komersial yang diarahkan untuk menabrak 4 gedung penting di AS, namun pada serangan terakhir ke gedung putih, para teroris gagal melakukan eksekusi. Pesawat komersial tersebut adalah American Airlines Penerbangan 11 yang menabrak menara World Trade Center bagian utara, United Airlines Penerbangan 175 yang menabrak menara World Trade Center bagian selatan, American Airlines Penerbangan 77 yang menabrak Pentagon dan United Airlines Penerbangan 93 yang menabrak ke tanah di pennsylvania (sasaran sebenarnya adalah Gedung Putih).

Menurut rilis pemerintah AS, 19 teroris yang kebanyakan berkewarganegaraan Saudi Arabia dan Mesir terlibat dalam serangan ini. 4 teroris pada pesawat United Airlines Penerbangan 93 dan masing-masing 5 teroris pada pesawat yang lain.

Presiden AS, George Walker Bush langsung menuduh bahwa Al-Qaida berada dibalik serangan yang menewaskan sekitar 3000 orang ini (tidak pernah ada angka jelas berapa jumlah korban sesungguhnya). Pemimpin Al-Qaida adalah Osama bin Laden yang tinggal di Afghanistan, AS kemudian menjawab serangan 11 September ini dengan serangan ke Afghanistan karena dianggap menyembunyikan pimpinan teroris walaupun AS tidak pernah mau membeberkan bukti keterlibatan Osama dan Al-Qaida.

Setelah serangan ke Afghanistan, AS menuduh Iraq menyembunyikan kelompok Al-Qaida. Tanpa pernah ada bukti yang jelas, AS kemudian menginvasi Iraq, menangkap Presiden Iraq Saddam Husein dan kemudian membunuhnya di tiang gantungan pada akhir Desember 2006 dengan tuduhan penjahat perang.

Sampai saat ini serangan AS ke Afghanistan dan Iraq masih terus berlangsung, puluhan ribu tentara dikerahkan dengan dalih mencari dalang terorisme Osama bin Laden dan jaringannya, belakangan AS beralasan mencari senjata pemusnah massal yang disembunyikan Iraq. Walaupun sampai detik ini hal tersebut tidak pernah bisa dibuktikan. AS berhasil memporakporandakan Afghansitan, menewaskan ribuan masyarakat sipil, wanita dan anak-anak. Bahkan di Iraq, AS berhasil menggulingkan Saddam Husein dan menggantikannnya dengan pemerintahan boneka.

Banyak teori konspirasi yang muncul dibalik serangan 7 tahun lalu itu, Israel dianggap ada dibalik serangan, karena pada waktu itu ada fakta 4000 orang yahudi yang bekerja di WTC libur. Sayangnya informasi ini tidak diusut serius oleh AS. Teori kedua, Jepang juga bisa dibalik serangan ini sebagai upaya balas dendam serangan bom atom AS pada 6 dan 9 Agustus 1945 ke Hiroshima dan Nagasaki.

Tragedi 11 September 2001 ini telah mengubah geo politik dunia, genderang perang terhadap terorisme yang ditabuh AS juga diamini Indonesia. Bahkan satu tahun setelah serangan itu, Pemerintah Indonesia mengeluarkan Perpu Nomor 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme yang kemudian ditetapkan sebagai UU melalui UU Nomor 15 Tahun 2003.

Isu terhadap Invasi AS ke Iraq juga menjadi isu utama pada pemilu AS 2008. Obama kandidat Partai Demokrat berjanji menarik pasukan AS dari Iraq, sedangkan  Mc. Cain dari Partai Republik akan tetap mempertahankan pasukan AS.

Siapa sebenarnya yang bertanggungjawab terhadap serangan yang menewaskan ribuan warga sipil di AS itu? Israel, Jepang, Afghanistan, Saudi Arabia, Iraq, Iran, Mesir, Inggris, atau jangan-jangan serangan itu adalah konspirasi tingkat tinggi yang diorganisir oleh AS sendiri sebagai upaya pembenaran atas tindakan AS melakukan invasi dan memperluas koloni di muka bumi?

Pertanyaan terakhir, who’s the real terrorist..?

Densus 88 Juga Manusia

Jumat malam kemarin (29 Agustus 2008) aku pulang ke Jogja dari Jakarta naik Senja Utama Yk. Kebetulan aku duduk dekat dengan seorang “anggota” entah TNI atau Polri karena badannya yang tegap dan tergantung pistol jenis FN dipinggangnya.

Setelah sedikit ngobrol, ternyata umurnya sama dengan aku. Sebut saja namanya Anton. Dia berangkat ke Jogja untuk menyampaikan berkas penting ke Polda DIY. ketika saya tanya kenapa tidak pakai pesawat saja? dia jawab sayang karena sisa uang perjalanan dinasnya bisa dipakai buat kebutuhan lain.. :)

Anton lulusan SMU tahun 2000 di Makassar dan sudah 8 tahun jadi anggota Polri. Sebelumnya di kesatuan Brimob dan sekarang sudah 4 tahun bergabung dengan Densus Anti Teror 88. Aku percaya Anton anggota Densus 88 karena cara bicara yang runtut dan masuk akal selain itu menurutku Anton memang banyak tahu tentang Densus 88.

Alasan kenapa Anton pengin jadi Polisi ternyata karena awalnya pengin balas dendam, waktu SMU Anton pernah masuk sel gara-gara berkelahi dengan anak polisi, makanya setelah Anton jadi polisi hal pertama yang Anton lakukan adalah menghajar (lagi) anak polisi itu.. asyik kaan..:(

Orang lain mungkin melihat wah ke anggota Densus 88 karena selain kelompok elite juga seringkali dikaitkan dengan aktifitas terorisme yang memang lagi menyita perhatian kita semua. Tapi, Anton merasa kehidupannya tidak normal. Berpindah-pindah dari kota satu ke kota lain dalam hitungan jam, tanpa batasan jam kerja dan harus selalu siap ketika dibutuhkan.

Sebagai seorang pemuda, Anton merasa masa mudanya sudah hilang.. tidak pernah bisa berkumpul bersama keluarga, 4 tahun jadi anggota Densus tidak pernah bertemu keluarga bahkan pada hari raya iedul fitri sekalipun. Tidak punya temen cewek, apalagi pacaran. SMS yang diterima lebih sering perintah dan tugas dari atasan bukan SMS mesra dari lawan jenis seperti anda mungkin..?

Sebagai seorang pemuda tugasnya tergolong berat. Sebelum tugas selalu menandatangani surat wasiat dan surat keterangan tentang kecacatan atau kematian. Anton pernah bertugas di Aceh, Palu, Ambon, Bali, Sampit dan juga terlibat dalam penangkapan anggota kelompok Dr. Azahari dan Noordin M. Top di Batu, Malang.

Anton juga bercerita bahwa disetiap tugas (apalagi tugas penyamaran) di daerah Anton selalu mengantongi nama dan identitas baru yang semuanya sudah disipakan oleh atasan. Makanya nama, alamat, agama, pekerjaan dan tanggal lahir selalu berbeda tergantung kebutuhan. Anton pernah menyamar jadi tukang jualan sandal keliling, pedagang pasar dan tukang kredit yang semua “modal kerja” nya sudah disiapkan. (pakai dana APBN kali ya…)

Padahal gajinya tidak terlalu besar. Take home pay gajinya cuma Rp. 2,9Jt. Makanya kadang Anton berpikir pengin jadi Polantas saja, gajinya sama, ada jam kerja, bisa mengenal cewek, pacaran, dan tentunya bisa pulang ke rumah sama dengan orang pada umumnya.

Aku baru tahu ternyata anggota Densus 88 tidak pernah apel pagi, rapat mereka lebih sering dengan telepon atau SMS dan hanya kumpul tiap hari Jumat untuk menyusun laporan ke Mabes Polri (bukan ke Polres atau Polda). Ini karena mereka memang lebih sering berada dilapangan daripada duduk di belakang meja.

Anggota Densus 88 sehari-hari tidak boleh pakai sepatu standar Polri karena menyebabkan mata kaki jadi hitam, potongan rambut juga biasa tidak terlalu cepak karena mengganggu tugas penyamaran, dan juga tidak memakai seragam ketat dan lengan dilipat karena itu adalah ciri khas “anggota”. Semua ini untuk keamanan dan kelancaran tugas penyamaran apalagi tugas spionase.

Ketika aku tanya kenapa namanya Densus 88, Anton menjawab ternyata angka 88 diambil dari Jumlah korban warga australia yang berjumlah 88 Orang pada insiden Bom Bali. Ketika aku tanya kenapa Australia? kenapa namanya bukan “Densus 202″ seperti jumlah seluruh korban tewas? Apakah karena australia termasuk negara yang menggelontorkan dana bagi polri dalam operasi anti terorisme? Anton menjawab: YA..!!

Lah.. gimana ini… jangan-jangan operasi anti terorisme selama ini hanya pesanan dari Australia dan Amerika sebagai sekutu abadinya..??

Anton, masih pengin jadi Anggota Densus 88 atau pengin beralih jadi Polantas aja..? lumayan lho jadi Polantas. Sekali tiup peluit 50-100 ribu bisa dikantongi. Kalau sehari tiup peluit 5x aja, sebulan berarti 15juta dikantong… itu setara 5 bulan gaji kamu Ton..!! jadi gak perlu lagi menghemat uang perjalanan dinas. hehehe..

Seorang pemuda dengan celana jeans, kaos oblong bergambar bintang dengan teks “converse”, potongan rambut pendek seperti layaknya pemuda gaul diborgol densus 88 anti teror dan dikelilingi orang-orang tegap bersenjata lengkap dan memakai sabo penutup kepala. Orang itu adalah Imam Samudra tersangka kasus bom Bali.

Tiba-tiba sosok itu berubah menjadi seseorang yang memakai surban khas habib, dagu berjenggot panjang layaknya seorang kyai, pakaian gamis khas arab layaknya seorang syeikh, dan semakin kerap berteriak “Allahu Akbar”. Perubahan yang sangat cepat dan luput dari perhatian. Istrinya yang bercadar dan selalu berpakaian hitam tak lupa menjadi gambar menarik yang selalu tayang diberita televisi dan koran.

Tak beda jauh dengan sosok dua orang yang tak tampak berjenggot dan berpakaian biasa tiba-tiba berubah menjadi sosok yang berjenggot, berbaju gamis, dan memakai surban mirip dengan penampilan “wali songo” pembawa ajaran Islam di Nusantara. Kedua orang itu adalah Amrozi dan Ali Gufron yang juga tiba-tiba merubah cara berpakaian setelah menjadi tersangka kasus bom Bali.

Tak tanggung-tanggung orang-orang itu dibela kelompok lawyer yang dengan sangat percaya diri menamakan diri mereka “Tim Pembela Muslim (TPM)” dan celakanya TPM ini selalu membela kasus-kasus yang melibatkan aksi kekerasan sebagain kelompok yang mengatasnamakan Islam.

Ada lagi seorang pemuda yang namanya cukup keren: Rio Alek Bulo alias Rio Martil. Tersangka pembunuhan dan perampokan yang selalu memukul dengan martil/palu kepala sopir dari mobil yang disewanya. Rio Martil adalah seorang perampok puluhan mobil dan penjagal puluhan sopir travel. Beberapa hari sebelum eksekusi mati yang sudah diputuskan pengadilan dilakukan, tiba-tiba dia didatangi sosok perempuan bercadar, berpakaian serba tertutup dan berwarna hitam. Perempuan itu tak lain adalah istri Rio Martil yang datang menjenguk.

Pakaian memang masih menjadi simbol. Yang patut menjadi pertanyaan dan renungan kita adalah: Kenapa berjenggotnya setelah ditangkap? Kenapa pakai surbannya setelah dipenjara? Kenapa pakai gamisnya setelah sering masuk TV? Dan kenapa  tiba-tiba sosok perempuan bercadar menjadi pelengkap dari banyak berita kekerasan?

Kebetulan ataukah skenario global menjatuhkan Islam?

Lambangpbb1_4 Menyaksikan debat publik yang disiarkan oleh TV One pada hari Rabu Malam 16 Juli 2008 kemarin kita disuguhkan topik dan diskusi (yang terjadi justru bukan perdebatan) yang sangat menarik. Topik debat kali ini mengambil tema “Syariat Islam: PBB Vs PKB” dan menghadirkan Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) serta Jaringan Islam Liberal (JIL).

Pada sesi pertama Yusril Ihza Mahendra (YIM) dari PBB berhadapan dengan Moeslim Abdurrahman (MA) mewakili PKB. YIM menyampaikan konsep penegakan syariat Islam yang sebenarnya juga sangat Moderat, bagaimana PBB melihat bahwa syari’at atau Hukum Islam itu sebagai sumber dari hukum, sama seperti Hukum Adat, hukum kolonial, maupun hukum yang berasal dari perkembangan sosial masyarakat Indonesia.

Pada awalnya kita seperti akan disuguhkan oleh perdebatan sengit antara konsep sebuah partai yang radikal terhadap penegakan syari’at dan sebuah partai yang moderat dalam keberagaman. Ternyata itu salah, YIM membongkar konsep penegakan syariat Islam oleh PBB yang lebih elegan, bagaimana sebenarnya syari’at itu diambil nilai-nilainya, dipositivisasi dan kemudian ditegakkan. YIM juga memberikan contoh bahwa semasa ia menjabat sebagai MENKUMHAM, ia sudah mengambil syariat Islam itu untuk dipositivisasi dalam hukum nasional. Misalnya yakni UU Terorisme dan UU Otsus bagi Papua.

YIM juga menjelaskan bahwa PBB sama sekali tidak mempunyai tujuan mengganti dasar negara Pancasila dan bentuk negara kesatuan. “Saya tidak pernah menyesal Indonesia ini mempunyai dasar pancasila” begitu YIM ketika menjawab pertanyaan salah satu peserta.

PBB juga tidak pernah bercita-cita mengganti bentuk negara kesatuan menjadi negara Islam. Bahkan YIM berpendapat bahwa bentuk “negara Islam” itu tidak jelas seperti apa. Hal ini tentunya menjawab keraguan masyarakat yang menyangka bahwa PBB dan juga partai Islam lainnya mempunyai maksud mendirikan negara Islam yang ujung-ujungnya adalah akan ada pemaksaan penerapan syariat Islam seperti kewajiban berkerudung, rajam, hukum potong tangan, dll. Hal inipun disanggah oleh YIM. Beliau berpendapat bahwa yang disebutkan diatas adalah “hukuman” dan bukan konsep hukum Islam yang diusung oleh PBB.

Moeslim Abdurrahman (MA) terlihat sedikit kaget dengan konsep dan pemahaman syariat Islam yang diungkapkan Yusril, secara garis besar MA sependapat dengan YIM, bahkan MA berpendapat bahwa YIM adalah penerus pemikiran Mohammat Natsir pemimpin Masyumi yang juga mempunyai konsep moderat dalam bernegara.

PBB seperti diungkapkan oleh YIM dan Hamdan Zoelfa (HZ) menggunakan jalur yang konstitusional dalam penegakan syariat islam. “Sampai saat ini PBB tidak pernah terlibat dalam aksi kekerasan dalam upaya menegakkan syariat Islam”. PBB menggunakan jalur konstitusional, yakni dengan mengambil nilai-nilai syari’at untuk dimasukkan dalam hukum positif seperti UU maupun Perda di daerah. Hukum Adat, Hukum Kolonial, maupun Syari’at Islam menjadi nilai-nilai dalam penyusunan UU dan Perda, dan ketika sudah berbentuk UU maka peran negaralah yang memaksa. Saya melihat bahwa disinilah peran yang diemban dari politikus PBB di baik di eksekutif maupun di legislatif ditingkat nasional maupun lokal.

Pikiran Elite PBB tidak dipahami masyarakat
Konsep yang ideal tentunya tidak serta merta menjadi daya tarik bagi masyarakat awam. Ada kejadian spontan tapi sangat menarik dan setidaknya harus menjadi bahan evalusi bagi PBB. Yakni ketika salah seorang peserta dari “kubu” PBB mengajukan interupsi. Peserta tersebut berkata kurang lebih seperti ini : ”Berilah kesempatan pada kami untuk menegakkan syari’at Islam di Indonesia ini untuk menyelesaikan masalah-masalah yang ada, kalau kami gagal silahkan kembali lagi ke Pancasila”. Spontan peserta kubu PKB, JIL dan MA sendiri tersenyum menahan tawa, YIM sendiri tersenyum dengan pendapat kadernya itu. “Memang kadang pendapat dan pemikiran elit tidak dipahami masyarakat bawah, seperti juga pemikiran dan pendapat Gus Dur yang kadangkala tidak dimengerti oleh kadernya dibawah” begitu YIM menanggapi interupsi kadernya yang “kurang paham” itu.

Konsep penegakan syari’at Islam yang kurang dipahami oleh masyarakat memang acapkali menyebabkan masyarakat menuduh bahwa partai Islam seperti PBB berkeinginan untuk mengganti dasar negara Pancasila dengan asas Islam dan mengganti NKRI dengan Negara Islam.

Menyimak acara debat tersebut, maka PBB mau tidak mau mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk menjelaskan kepada masyarakat luas bagaimana sebenarnya konsep penegakan syari’at Islam yang diusung PBB baik dalam segi private maupun muamalah, baik dalam hukum pidana maupun perdata. Sehingga terjadi pemahaman yang sama terhadap syari’at Islam dan implementasinya. Begitu juga garis besar yang pernah saya sampaikan ke YIM melalui website beliau agar PBB menyusun “Blue Print” Penegakan Syari’at Islam di Indonesia. Sayangnya YIM belum menanggapi tulisan saya akan tetapi menanggapi tulisan saya yang lain mengenai Implikasi Putusan MK terhadap Peserta Pemilu 2009.

Fastabiqul Khairat

Launching blog baru

setelah bikin blog pribadi di sini

gw juga bikin website koalisi CSO Jakarta di sini

kalo berkenan sudilah mampir… :-)

Lama banget gue tuh mikir.. di sinetron, di kampus-kampus, di kantor, di jalan, di jembatan penyeberangan, di koran remaja, di majalah.. hampir pasti ditemukan kata-kata SECARA..!!!

Kata ”Secara” selama ini gue pahami artinya ”dengan cara”. Misal gini :

  1. Bu guru menerangkan pelajaran secara gamblang

  2. Tim Jihandak mengambil Bom secara hati-hati

  3. Pak Harto jatuh dari kursi presiden secara paksa

Lha, itu yang selama ini gue tau tentang penggunaan kata ”secara” yang pasti selalu diikuti kata sifat. So rumusnya pasti gini (secara + kata sifat).

Sekarang ini, pasti tuh temen-temen juga semua tau, atau malahan jangan-jangan ikut-ikutan pake kata ”secara” secara sembarangan. Begini nih contohnya..:

  1. Secara gue anak SMU gitu loch..

  2. Secara gitu loch…

  3. Secara HP gue pake tekhnologi 3G gitu loch

  4. Secara ……… gitu loch

Tau gak apa arti “secara” diatas?? Bingung kan..?? atau mungkin temen-temen mo bilang kalo itu gak ada artinya? Kalo gak ada artinya ya.. kenapa musti diucap. Ya gak..?? pusing.? Atau masih berpikir ..?? gak usah dipikirin arti ”secara” yang kedua ini. Lha emang gak ada artinya kok.. kan kalo ini rumusnya (secara + kata benda + … + gitu loch)

Ha..ha.. makin lucu aja rumusnya yak..??

Sejarah gimana munculnya kata baru ”secara” ini juga gak ada yang tau.. tapi yang jelas ini gak akan menambah daftar kosa-kata bahasa indonesia, malahan akan bikin kacau bahasa kita. Coba kalau yang denger orang bule, waahh pasti bingung tuh kalo ente-ente pada pake kata ”secara” secara sembarangan.

Yah.. sekarang kembali ke kita-kita nih, generasi muda bangsa..!! katanya menjunjung tinggi bahasa persatuan, BAHASA INDONESIA..!! tapi kalo cara ngomongnya aja belepotan, apalagi gak tau arti apa yang diucap.. yah.. itu mah generasi ecekepret (ecekepret emang gak ada artinya, cuman kayaknya pas aja buat mendeskripsikan yang kayak gitu..ha..)

Ah.. jangan-jangan temen-temen malu ya kalo gak bisa pake bahasa gaul..?? trus apanya dong yang gaul dengan ”secara” itu..?? gak tau artinya apa yang diomongin kok gaul, merusak bahasa sendiri kok gaul.. ini tuh namanya dah degradasi bahasa (cie.. istilah sendiri nih.. tapi punya arti lho..)

Sampe sekarang aja gue tuh masih bingung dengan orang bilang ”bahasa gaul”, ”motor gaul”, ”baju gaul”, ”celana gaul”, ”anak gaul”, dst, dst… tapi yang gue amatin nih, semua yang merujuk ke yang ”gaul-gaul” pasti negatif n menyimpang..!!! motor prethelan gak pake spion, baju minim, celana minim, rok minim, pergaulan bebas, dst-dst..!! betul gak..?? kalo salah ya gue minta maaf deh..!!

He..he.. serius amat ya gue..?? buat yang tersinggung karena jadi “anak gaul” dengan ”secara”nya… i’m sorry ya..!!

Btw… masih seneng pake kata ”secara gue gitu loch…???

:-)

Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: Tujuh macam orang yang akan dinaungi Allah pada hari kiamat pada saat tidak ada naungan kecuali naungan Allah :

  1. Imam (pemimpin yang adil).

  2. Pemuda yang tumbuh dalam ibadat kepada Allah s.w.t.

  3. Seorang yang hatinya tergantung pada masjid, jika keluar sehingga kembali (yakni rajin menjaga sembahyang berjama’ah).

  4. Dua orang saling menyinta (Kasih sayang) kerana Allah s.w.t. baik ketika berkumpul atau berpisah.

  5. Seorang yang ingat kepada Allah s.w.t. ketika bersendirian lalu mencucurkan airmata ketana takut kepada Allah s.w.t.

  6. Seorang yang bersedekah dirahsiakan sehingga yang dikirinya tidak mengetahui apa yang dilakukan oleh kanannya.

  7. Seorang lelaki yang dipanggil oleh wanita yang cantik untuk berzina, lalu ia berkata: "Saya takut kepada Allah azza wajalla

Bung Hatta Tolak Uang Saku

KPK bertekad untuk terus mengusut aliran dana Bank Indonesia (BI) kepada sejumlah anggota DPR periode 1999-2004. Bahkan, jumlah nama penerima dana tersebut, yang sebagian telah diumumkan, diperkirakan akan terus bertambah.

Di tengah-tengah kemiskinan yang melanda masyarakat luas, para wakil rakyat di DPR saat ini memperoleh berbagai fasilitas yang sungguh menggiurkan. Seperti, insentif legislasi, berbagai tunjangan, uang operasional, sewa rumah, tunjangan listrik dan telpon, sampai gaji ke-13.

Dalam kaitan kasus di atas dan berbagai kasus korupsi yang makin banyak terjadi, kejujuran, dan cara hidup sederhana Bung Hatta, mantan wakil presiden pertama RI, perlu menjadi contoh, terutama komitmennya terhadap rakyat kecil.

Dalam buku Mengenang Bung Hatta, I Wangsa Widjaya yang selama puluhan tahun menjadi pembantu dan sekretaris Bung Hatta, menulis, Bung Hatta selalu mengembalikan kelebihan uang negara yang diberikan sebagai anggarannya.

Ada kisah menarik ketika pada 1970 setelah ia tidak lagi menjadi Wapres saat ia diundang berkunjung ke Irian Jaya (Papua), untuk sekaligus meninjau tempat ia pernah dibuang pada masa kolonial Belanda. Bung Hatta dengan tegas menolak ketika disodori amplop sebagai uang saku setelah ia dan rombongan tiba di Papu.

Ketika amplop itu disodorkan kepadanya, ia dengan spontan bertanya, ”Surat apa ini?” Dijawab oleh Sumarno yang mengatur kunjungannya, ”Bukan surat, Bung. Uang… uang saku untuk perjalanan Bung Hatta di sini.” ”Uang apa lagi? Bukankah semua ongkos perjalanan saya sudah ditanggung pemerintah? Dapat mengunjungi daerah Irian ini saja saya sudah harus bersyukur. Saya benar-benar tidak mengerti uang apa lagi ini?”

”Lho, Bung… ini uang dari pemerintah, termasuk dalam biaya perjalanan Bung Hatta dan rombonga.” Sumarno coba meyakinkan Bung Hatta. ”Tidak, itu uang rakyat. Saya tidak mau terima. Kembalikan,” kata Bung Hatta menolak amplop yang disodorkan kepadanya.

Rupanya Sumarno ingin meyakinkan Bung Hatta bahwa dia dan semua rombongan ke Irian dianggap sebagai pejabat dan menurut kebiasaan diberikan anggaran perjalanan, termasuk uang saku. Tidak mungkin dikembalikan lagi. Setelah terdiam sebentar Bung Hatta berkata, ”Maaf, Saudara, saya tidak mau menerima uang itu. Sekali lagi saya tegaskan, bagaimanapun itu uang rakyat, harus dikembalikan pada rakyat.”

Kemudian ketika mengunjungi Tanah Merah tempat ia diasingkan, setelah memberikan wejangan kepada masyarakat Digbul, ia memanggil Sumarno. ”Amplop yang berisi uang tempo hari apa masih Saudara simpan?” tanya Bung Hatta. Dijawab, ”Masih Bung.” Lalu, oleh Bung Hatta amplop dan seluruh isinya diserahkan kepada pemuka masyarakat di Digul. ”Ini uang berasal dari rakyat dan telah kembali ke tangan rakyat,” tegas Bung Hatta.

Meskipun Bung Hatta dan Bung Karno sering berbeda pendapat, tapi hubungan keduanya cukup baik. Sebelum Bung Karno wafat, Bung Hatta dengan terlebih dulu menghubungi Sekretaris Militer Presiden, Letjen Tjokropranolo, meminta izin untuk menjenguk teman seperjuangannya yang sedang sakit keras itu. Bung Karno ketika itu tidak sadarkan diri. Tapi setelah siuman ia berkata dalam bahasa Belanda, ”Oh, Hatta, kau ada di sini. Kau juga Wangsa.”

”Saya melihat ini sebagai pertemuan antara dua orang sahabat yang cukup lama dipisahkan oleh suatu tirai yang tak tampak. Walau tak berarti keduanya memutuskan persahabatan. Hatta sangat sedih melihat keadaan Bung Karno yang pernah sama-sama berjuang selama puluhan tahun,” kata Wangsa Widjaya.

Sebelum wafat pada 14 Maret 1980, Bung Hatta membuat surat wasiat kepada Guntur, putra tertua Bung Karno, dengan menyatakan bahwa Bung Karno-lah penggali Pancasila yang tertuang dalam pidatonya pada 1 Juni 1945. Karena, sebelumnya ada pendapat bukan Bung Karno pencetus Pancasila.

Bung Hatta terkenal sebagai orang yang baik dalam hubungannya dengan orang lain, termasuk dengan lawan politiknya. Ketika Alimin, tokoh tua PKI, menderita sakit keras di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Bung Hatta meluangkan waktu untuk menjenguknya. ”Oh, Bung Hatta datang,” sapa Alimin lemah.

Keluarganya mengatakan, ”Alimin sudah kembali pada ajaran Islam yang dipeluknya sebelum memeluk ideologi komunis!”. PKI sangat membenci Bung Hatta. Pada 1960-an, patung Bung Hatta di GKBI sebagai Bapak Koperasi telah dicopot CGMI — organiasi mahasiswa PKI.

Kejujuran dan komitmen Bung Hatta sebagai pemimpin yang membela rakyat kecil, menurut Wangsa Widjaya, karena ia seorang Muslim yang taat. Ia tidak pernah meninggalkan shalat dan puasa. Biasanya beliau shalat Jumat di Masjid Matraman yang tidak jauh dari kediamannya di Jl Diponegoro, Jakarta Pusat.

Bahkan, dalam perjalanan-perjalanan ke luar negeri, Bung Hatta tidak pernah meninggalkan shalat. Begitu taatnya menjalankan perintah agama, tidak heran selama memegang jabatan Wapres, menurur Wangsa, Bung Hatta tidak pernah menggunakan kekuasaannya untuk kepentingan pribadi, menumpuk kekayaa, atau memberi fasilitas kepada keluarga dan sahabatnya.

Ketika Bung Hatta hendak melakukan ibadah haji bersama istri dan dua saudarinya, Bung Karno menawarkan agar menggunakan pesawat terbang yang biayanya ditanggung negara. Tapi Bung Hatta menolaknya, karena ia ingin pergi haji sebagai rakyat biasa, bukan sebagai wakil presiden. Dia menunaikan rukun Islam kelima dari hasil honorarium penerbitan beberapa bukunya.

*sumber Republika

Ada yang nonton acara Investigasi di TransTV kemaren sore (minggu 27 Jan 08).

Penyelidikan-penyelidikan yang kadang-kadang membuat saya ber "NAUDZUBILLAH MINDZALIK" berkali-kali. Setelah pengungkapan-pengungkapan peristiwa-peristiwa yang cukup mengagetkan seperti, pemakaian boraks pada beberapa jajanan favorit dipinggir jalan, pemakaian formalin yang berlebihan, pemakaian deterjen pada ikan asin biar keliatan lebih bersih dan putih atau pemakaian pewarna pada ikan kakap putih biar menjadi kakap merah yang di pasaran lebih mahal. (sekali lagi) NAUDZUBILLAH MINDZALIK!

Nah tayangan kali ini mengungkap kasus es batu yang banyak digunakan di warung-warung seluruh Jakarta.

Es batu ini ternyata berasal dari air sungai ciliwung yang kinclong banget warnanya itu. Pada awalnya mereka menggunakan zat pemutih agar air keliatan lebih jernih.

Kemudian dimasukkan kedalam pendingin dan jadilah peti-peti es yang besar dan bening. Awalnya es ini hanya digunakan untuk mengawetkan makanan (ikan, buah dan sayuran) atau mendinginkan minuman botol pada kotak2 yang tidak memiliki sistem refrigerator.

Tapi sialnya, para penjaja makanan dan minuman di jakarta (bahkan warung-warung yang besar) menggunakan es ini pada minuman dingin yang mereka jual.

Es teh manis, aneka juice, es campur, es doger, dan lainnya yang membuat kita menelan ludah ketika melihat minuman ini kala terik menyengat. HANYA dengan alasan MURAH, OMG!

Taukah kalian, setelah tim investigasi TransTV mencoba mengambil sampel secara acak di beberapa penjual yang menggunakan es ini pada aneka minuman, dan kemudian mengetesnya di laboratorium, terbukti dalam es itu mengandung bakteri E-COLI jauh diatas batas normal (10.000 - 20.000 per 100 mL).

Dengan kata lain es ini mengandung bakteri hampir setara dengan (maaf) kotoran manusia.

Hoiikkkkssss… (saya aja mau muntah ketika menulis tulisan ini)Nah… Masih mau jajan sembarangan??? Emang Home made jauhhhhh lebih enak dan Sehat!!!!

*sebagai tambahan untuk referensi :


http://www.dinkes-diy.org/?x=berita&id_berita=28022006165559

dengan Judul Artikel : Es Batu lebih kotor ketimbang air toilet

Sekali lagi, Hooiiikksss…

Sebelum Cahaya

by : Letto

Ku teringat hati
Yang bertabur mimpi
Kemana kau pergi cinta
Perjalanan sunyi
Engkau tempuh sendiri
Kuatkanlah hati cinta

Ingatkan engkau kepada
Embun pagi bersahaja
Yang menemanimu sebelum cahaya

Ingatkan engkau kepada
Angin yang berhembus mesra
Yang kan membelaimu cinta

Kekuatan hati yang berpegang janji
Genggamlah tanganku cinta
Ku tak akan pergi meninggalkanmu sendiri
Temani hatimu cinta

Ingatkan engkau kepada
Embun pagi bersahaja
Yang menemanimu sebelum cahaya

Allplettonicjkt_09252007Ingatkan engkau kepada
Angin yang berhembus mesra
Yang kan membelaimu cinta

Ku teringat hati
Yang bertabur mimpi
Kemana kau pergi cinta
Perjalanan sunyi
Engkau tempuh sendiri
Kuatkanlah hati cinta

Ingatkan engkau kepada
Embun pagi bersahaja
Yang menemanimu sebelum cahaya

Ingatkan engkau kepada
Angin yang berhembus mesra
Yang kan membelaimu cinta

taken from web site resmi letto : http://www.lettolink.com/index.php?categoryid=29

Older Posts »